Pemberitahuan Prosedur mengikuti Perayaan Ekaristi secara langsung Paroki St. Maria Assumpta Babarsari

Sehubungan dengan diadakannya Perayaan Ekaristi secara langsung di Paroki St. Maria Assumpta Babarsari, ada beberapa prosedur yang perlu menjadi perhatian bagi seluruh umat Paroki Babarsari, antara lain :

Untuk Umat Lingkungan

  1. Ketentuan perihal kriteria umat yang diperbolehkan mengikuti Perayaan Ekaristi, mengacu pada Surat Edaran dari KAS 0536/A/X/20-29, yaitu berumur sekurang-kurangnya 10 tahun (atau sudah menerima komuni) dan maksimal 65 tahun dan memiliki kondisi kesehatan yang prima serta tidak memiliki riwayat penyakit yang sangat rentan terhadap penularan virus.
  1. Ketentuan perihal kriteria umat yang diperbolehkan mengikuti Perayaan Ekaristi, mengacu pada Surat Edaran dari KAS 0536/A/X/20-29, yaitu berumur sekurang-kurangnya 10 tahun (atau sudah menerima komuni) dan maksimal 65 tahun dan memiliki kondisi kesehatan yang prima serta tidak memiliki riwayat penyakit yang sangat rentan terhadap penularan virus.
  2. Umat diwajibkan membawa KARTU MISA yang telah diedarkan sebelumnya melalui Ketua Lingkungan. Kartu Misa digunakan sebagai akses masuk untuk mengikuti Perayaan Ekaristi sesuai jadwal masing-masing lingkungan.
  3. Mematuhi dan mengikuti seluruh prosedur yang sudah ditetapkan oleh petugas.
  4. Bagi umat yang tidak dapat mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja, disediakan Misa Live Streaming pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, pukul 09.00 melalui akun Youtube KOMPARI dan dilanjutkan dengan penerimaan komuni di masing-masing lingkungan.

Ketentuan penerimaan komuni diatur sbb :

  1. Yang dilayani untuk menerima komuni di lingkungan adalah umat yang berusia diatas 65 tahun, umat yang sedang sakit, dan umat yang memiliki riwayat penyakit yang rentan terhadap penularan virus. Diluar kategori tersebut disarankan untuk tetap mengikuti perayaan ekaristi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
  2. Pengaturan tempat/titik kumpul penerimaan komuni dapat diatur oleh masing-masing lingkungan bersama petugas prodiakon lingkungan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  3. Selama menunggu petugas prodiakon menuju lokasi penerimaan komuni, umat dipersilahkan melakukan doa pribadi, atau bisa menggunakan doa sebelum komuni yang dapat diambil dari Buku Madah Bakti/Puji Syukur atau referensi buku doa lainnya.

 

Untuk Kalangan Mahasiswa/i

  1. Mengacu pada surat edaran dari KAS 0536/A/X/20-29, perihal himbauan agar umat diwajibkan mengikuti perayaan Ekaristi di Paroki masing-masing, maka Mahasiswa/i yang diperbolehkan mengikuti perayaan Ekaristi di gereja, adalah mereka yang berdomisili/kos/kontrak di wilayah Paroki St. Maria Assumpta Babarsari.
  2. Mahasiswa/i yang berdomisili di wilayah paroki Babarsari, wajib mendapatkan rekomendasi dari Ketua Lingkungan di tempat domisili masing-masing, untuk kemudian mendapatkan nomor urut dan kartu misa yang akan digunakan untuk registrasi di laman web : gmab.web.id/misa/ . Setelah registrasi di web, masing-masing akan menerima QR Code, yang akan digunakan sebagai akses masuk setiap hendak mengikuti perayaan Ekaristi.
  3. Mahasiswa/i yang berdomisili di wilayah Paroki Babarsari, dapat menghubungi ketua lingkungan masing-masing sbb :

Nomor Handphone Ketua Lingkungan Santa Maria Assumpta, Babarsari, Yogyakarta

  1. Perayaan Ekaristi khusus untuk kalangan mahasiswa/i pada hari Minggu Sore pukul 17.00 akan dibuka setelah proses registrasi di Ketua Lingkungan selesai dilakukan. Pemberitahuan pembukaan Perayaan Ekaristi ini akan disampaikan secara terpisah.

 

 

Demikian surat pemberitahuan ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama. Jika ada hal-hal lain yang ingin ditanyakan, dapat menghubungi kantor sekretariat paroki pada jam kerja atau melalui telephone 0274-487202 atau dapat menghubungi Kabid Liturgi (Lanto) di nomor 085228033982 melalui WA.

 

Semoga Tuhan selalu menyertai kita semua.

Jadwal Perayaan Ekaristi Paroki St. Maria Assumpta Babarsari

Berkah dalem,

Setelah berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Paroki St. Maria Assumpta Babarsari, Dewan Paroki menginformasikan kepada seluruh umat Paroki Babarsari, bahwa Perayaan Ekaristi secara langsung di Paroki St. Maria Assumpta Babarsari akan kembali dibuka dengan jadwal sebagai berikut :

Jadwal Misa

Aturan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

Aturan

Peta lingkungan yang tersebar di wilayah Paroki Babarsari :

Peta Lingkungan

Nomor handphone ketua lingkungan yang bisa dihubungi :

No Handphone Ketua Lingkungan

Prosedur pemberian kartu misa untuk mahasiswa oleh ketua lingkungan :

Prosedur Pemberian Kartu Misa Untuk Mahasiswa

Puncta 21.06.20 / Minggu Biasa XII / Matius 10 : 26 – 33 / Meng-“iyakan” Yesus yang Ditawarkan dalam Pewartaan

Semoga kita dikuatkan oleh Roh Allah sendiri sehingga setiap hari bisa mengulangi jawaban “ya” untuk Yesus, kebenaran kita -Romo Iswahyudi

Pada Minggu (21/6) Gereja St. Maria Assumpta Babarsari mengadakan Misa Hari Raya Yesus Yang Mahakudus melalui live streaming YouTube. Misa ini dipimpin oleh Romo Isyadi, Pr. Melalu live streaming Youtube, Romo Isyadi yang akrab dipanggil Romo Is tersebut mengungkapkan dalam khotbahnya bahwa Injil Matius dikenal sebagai Injil Gerejawi.

Pada Injil tersebut, terlihat bagaimana organisme Gereja ditumbuhkan, katekese dan pewartaan  diolah, liturgi dilakukan dan dihayati. Ketika proses itu telah dijalankan, harapannya jemaat bisa memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya. Bagi Matius orang harus menjawab dengan mantab, penuh keyakinan, meng “iyakan” Yesus yg ditawarkan dalam pewartaan , yg dirasakan kehadiranNya dalam liturgi, yg menyatukan umat. Meski berbagai macam  rintangan menghadang, iman yg telah diafirmasi dengan kata ” ya ” tidak akan surut.

Pada bacaan Mat 10 : 32  – 33, yang tertulis “Setiap orang yg mengakui Aku dihadapan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yg di Sorga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yg di Sorga”. Tulisan tersebut dimaknai sebagai, tuntutan yang mendorong manusia untuk memilih dan mengatakan ” ya ” untuk Yesus. Kemantapan iman dan  jawaban “ya” ini pula yg akan membuat orang tidak menyangkal Yesus di hadapan manusia.

Misa Hari Raya Tri Tunggal Maha Kudus : Menyadari Kehadiran Allah Tri Tunggal dalam Kehidupan Sehari-hari

Pada Minggu (7/6) Gereja St. Maria Assumpta Babarsari mengadakan Misa Hari Raya Tri Tunggal Maha Kudus melalui live streaming YouTube. Misa ini dipimpin oleh Romo Robertus Tri Widodo, Pr dan Romo Iswahyudi, Pr. Melalu live streaming Youtube, Romo Iswahyudi yang akrab dipanggil Romo Is tersebut mengungkapkan dalam khotbahnya bahwa “tag line yang dimiliki oleh Gereja Maria Assumpta Babarsari, yaitu guyub, rukun, dan terlibat merupakan wujud dari Tri Tunggul Maha Kudus itu sendiri”.

Pada Hari Raya Tri Tunggal Maha Kudus, Tuhan Yesus bersabda “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya” (Yohanes 3:16-18). Romo Is mengatakan bahwa keselamatan yang dialami oleh manusia, tidak lepas dari besarnya cinta Tuhan kepada manusia. Hal tersebut diyakini, karena tidak ada keselamatan, selain keselamatan yang berasal dari Allah Tri Tunggal Maha Kudus.

Terdapat tiga info yang ingin disampaikan pada perayaan Tri Tunggal Maha Kudus, yang pertama Allah Hari Raya Tri Tunggal Maha Kudus merupakan bagian dari misteri iman kristiani. Allah yang Esa atau Allah yang Esa, Allah yang satu, menurut injil Yohanes juga merupakan simbol dari Allah yang dimiliki oleh firman dan roh. Info yang kedua, Allah Tri Tunggal Maha Kudus merupakan Allah yang menciptakan dunia dan seisinya. Info ketiga, gereja dalam sendi-sendi kehidupan, dipenuhi oleh Tri Tunggal Maha Kudus.  Allah Tri Tunggal Maha Kudus menjadi daya kekristenan.

Allah Tri Tunggal Maha Kudus, dapat disadari ketika kita mengalami keselamatan, semangat kehidupan menggereja, dan misteri iman kristiani yang dijalani dengan doa-doa harian yang membutuhkan iman sungguh-sungguh.

Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus: Mensyukuri Peristiwa Iman yang Luar Biasa

Oleh: Giasinta Berlianti

Pada Minggu (14/6) Gereja St. Maria Assumpta Babarsari mengadakan Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus melalui live streaming YouTube. Misa ini dipimpin oleh Romo Robertus Tri Widodo, Pr. Romo yang akrab disapa dengan Romo Tri ini ketika homili mengungkapkan bahwa biasanya pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, anak-anak di Paroki Babarsari menerima komuni pertama. “Tetapi karena pandemi, penerimaan komuni pertama belum dapat dilaksanakan. Kita semua berharap supaya pandemi ini segera berakhir agar semua umat, bukan hanya yang menerima komuni pertama, dapat hadir untuk menyambut Tubuh Kristus,” ujarnya.

Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Tuhan Yesus bersabda “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum daarah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” (Yohanes 6:53-58). Romo Tri mengatakan bahwa jika kita mendengarkan kutipan injil tersebut, berarti kita diundang untuk makan dan minum darah-Nya. “Rasanya memang ngeri ya, kayak film horor. Tetapi, makna sesungguhnya adalah bagaimana kita semua memahami peristiwa ini sebagai iman yang luar biasa sebagai murid Kristus,” lanjut Romo Tri.

Ketika misa berlangsung, umat biasanya mempersembahkan uang, hasil bumi, dan lainnya untuk gereja. “Tetapi sebenarnya, seharusnya kita mempersembahkan semua, baik suka, duka, maupun pengharapan. Semua itu disatukan dengan kurban salib di altar-Nya yang kudus,” kata Romo Tri. Menurutnya, pada saat itulah terjadi peristiwa iman yang luar biasa. “Dalam konsekrasi, roti dan anggur yang dipersembahkan akan berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus,” lanjutnya. Peristiwa itu memberikan makna bagaimana korban Kristus dihadirkan ulang, supaya roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. “Roti itu sejatinya Tubuh Kristus sungguhan. Ketika minum anggur, karena konsekrasi itu berubah menjadi Darah Kristus,” tegas Romo Tri.

Romo Tri juga mengungkapkan bahwa setiap kita sebagai manusia disucikan dan mengalami keselamatan. Ekaristi menjadi perayaan keselamatan bagi setiap manusia yang percaya pada Kristus. “Maka, kita semua diundang untuk mensyukuri ekaristi yang bisa kita rayakan setiap hari, meskipun secara streaming atau virtual,” ujarnya. Menurutnya, setiap umat di masa pandemi pasti berharap bahwa meski secara virtual, esesnsi ekaristi tidak berkurang. “Tuhan memberikan kita kehidupan kekal, membangkitkan kita di akhir zaman, dan melindungi hidup kita,” tambah Romo Tri.

Sebagai manusia, kita semua diundang untuk menyadari pula bahwa ekaristi bukanlah makanan biasa. “Ekaristi adalah pengorbanan Kristus untuk mengalami keselamatan. Oleh karena itu, baiklah kita bersehati dengan Yesus,” ujar Romo Tri. Romo Tri mengatakan bahwa buah ekaristi sama dengan hidup baru. “Maka, aneh rasanya bila orang beriman tidak mau bersatu dengan gerejanya,” tambahnya. Terakhir, Romo Tri mengajak semua umat untuk merayakan ekaristi di masa pandemi ini dengan iman dan penuh rasa syukur.

Sakramen Rekonsiliasi Melalui Video Call, Mungkinkah?

Wawancara dengan Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Oleh: Florence Elisabeth

Sakramen rekonsiliasi merupakan nama lain dari sakramen tobat. Dalam Kanon 959 tertulis bahwa dalam sakramen tobat umat beriman mengakukan dosa-dosanya kepada pelayan yang legitim atau sah, menyesalinya serta berniat memperbaiki diri, lewat absolusi yang diberikan oleh pelayan itu, memperoleh ampun dari Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukannya sesudah baptis, dan sekaligus diperdamaikan kembali dengan Gereja yang mereka lukai dengan berdosa. Bapa Uskup menegaskan bahwa Sakramen tobat adalah sakramen dengan peniten (orang yang bertobat) mengaku dosa yang sudah dilakukan kepada pelayan yang legitim atau sah, yakni kepada imam yang telah ditahbiskan secara sah dan telah mendapatkan fakultas/kewenangan dari Uskup Diosesan untuk mendengarkan pengakuan dosa.

Dalam Kanon 959 tertulis bahwa pengampunan Tuhan melalui sakramen tobat hanya akan diberikan jika kita melakukan penyesalan yang serius yakni sikap untuk bertobat meninggalkan dosa dan memperbaiki diri lagi supaya kita lebih dekat dengan Tuhan. Harus ada tekad dan niat untuk mau memperbaiki diri. “Jika kita tidak mengalami penyesalan maka pengampunan itu tidak akan diberikan kepada kita,” kata Bapa Uskup.

Lalu apa yang kita terima setelah mengaku dosa? Menurut Bapa Uskup, melalui absolusi, kita sebagai yang mengaku dosa menerima pengampunan Allah dari semua dosa yang pernah dilakukannya sesudah dibaptis dan belum dilakukan. Dengan demikian, kita akan mengalami pendamaian kembali dengan Allah. Pendamaian ini membawa serta pemulihan  atas semua hak dan kewajibannya sebagai anggota gereja, termasuk menyambut komuni kudus.

“Ini adalah konteks sakramen tobat termasuk rahmat yang terima dalam pengakuan dosa ini,” ujarnya. Lalu bagaimana perayaannya? Dalam Kanon 960 ditegaskan bahwa pengakuan pribadi dan utuh serta absolusi merupakan cara biasa satu-satunya dengan orang beriman yang sadar akan dosa beratnya diperdamaikan kembali dengan Allah dan Gereja; hanya ketidakmungkinan fisik atau moril saja membebaskannya dari pengakuan semacam itu, dalam hal rekonsiliasi dapat diperoleh juga dengan cara lain. Bapa Uskup mengajarkan bahwa pengakuan dosa umum yang dianjurkan gereja adalah datang pada Imam dan mengaku dosa disertai penyesalan yang mendalam. Kemudian, Imam memberikan absolusi dan penitensi atas dosa kita. Dengan cara seperti itu jelas tandanya bahwa kita telah diampuni dan dibebaskan kembali dari dosa. “Terdapat pengecualian jika tidak mungkin dilakukan karena kondisi tertentu dimungkinkan mendapat pengampunan dosa dengan cara lain,” kata Bapa Uskup.

Menurutnya, dalam Surat Edaran Uskup tanggal 16 Maret 2020 yaitu mengenai pengakuan dosa melalui absolusi umum yakni pengakuan dosa secara massal, romo memberikan abosuli atau pengampunan secara umum tanpa didahului pengakuan dosa secara pribadi. Absolusi umum hanya dapat diberikan sejauh tuntutan Kanon 962 terpenuhi, yakni pertama-tama ada penyesalan atas semua dosa sehingga masing-masing berdisposisi atau memiliki  kondisi batin yang layak. Kedua, secara personal membangun semanagat total yang sejati dengan memperbaiki diri dengan tidak mengulang perbuatan dosanya. Ketiga, berniat untuk sesegera mungkin mengakukan dosa-dosa berat satu per satu pada saatnya yang tepat setelahnya.

Lalu, bagaimana jika kita tidak mungkin lagi untuk mengaku dosa dan menerima absolusi umum dalam keadaan pandemi Covid-19 dan diharuskan untuk jaga jarak? Mungkinkah kita menerima pengampunan dari Tuhan secara langsung? “Dalam tradisi Gereja sangat dimungkinkan kita menerima pengampunan dalam kondisi seperti ini, yaitu dengan tobat batin,” kata Bapa Uskup.

Tobat batin adalah penyesalan yang sungguh-sungguh serius dan mendalam atas semua dosa yang telah dilakukan merupakan salah satu langkah konkret untuk mendapatkan pengampunan Tuhan (lih. KGK 1431). Bapa Uskup mengatakan bahwa pertama, tobat batin sempurna mengandaikan adanya penyesalan yang sungguh-sungguh. Kedua, tekad dan kehendak serius untuk memperbaiki diri. Ketiga, tekad dan kehendak untuk sesegera mungkin menghadap seorang imam dan mengakukan dosa-dosanya.

Ketika kita tidak bertemu dengan romo untuk menerima sakramen tobat secara pribadi dan ada kemungkinan menerima absolusi umum, inilah saatnya kita datang langsung kepada Allah. Berbicara langsung kepada Allah Bapa di surga dan mohon pengampunan. Bapa Uskup menyatakan bahwa dalam tobat batin harus ada penyeselan yang mendalam dengan berbagai cara. Pertama, ibadat pribadi atau bersama di tengah keluarga dengan ada katakesete tertentu sehingga ada penyesalan dan tekad yang serius untuk berbaik kepada Allah. Kedua, mengaku dosa dengan mendoakan doa tobat, membuat penitensi secara bersama-sama, misalnya Doa Rosario, Doa Bapa Kami, dan Doa Salam Maria. Ketiga, mohon pengampunan Tuhan.

Lalu, untuk OMK, bolehkah kita mengaku dosa dengan telepon atau video call? “Secara prinsip mengaku dosa dengan telepon atau video call tidak boleh karena pertama, pengakuan dosa mengandaikan kehadiran fisik guna menampakkan sisi sakramentalilas. Kedua, kewajiban menjaga rahasia sakramental pengakuan dosa sebagaimana diatur dalam Kanon 983 dilanggar yaitu segala sesuatu, termasuk pengakuan dosa yang sudah diunggah di jaringan media sosial  tetapakan tersimpan disana dan dapat diunduh atau diakses oleh siapapun yang mampu. Dengan cara ini kerahasiaan sakramental (sigillum sacramenti) tidak  terjamin dan dapat menimbulkan masalah pastoral dan sosial,” jelas Bapa Uskup.

“Apakah kerahasiaanya terjamin jika kita mengaku dosa kepada romo?” ujar salah satu OMK. Bapa Uskup mejawab bahwa setiap romo yang mempunyai informasi dari pengaku dosa itu tidak boleh membawa rahasia tersebut keluar atau memberitahu ke semua orang. Bahkan, jika romo membocorkan rahasia  pengakuan dosa tersebut maka terdapat hukuman yaitu ekskomunikasi. Dengan demikian, tidak hanya seorang romo yang menjaga rahasia pengakuan dosa. Umat juga harus menjaga rahasia pengakuan dosa yang secara tidak sengaja terdengar dari seseorang yang mengaku dosa. Maka, kita harus benar-benar menjaga kerahasiaan dosa kita.

Bapa Uskup mengajak kita semua untuk membangun sesal tobat yang serius dan sejati. Kemudian jika memungkinkan, hendaknya kita datang kepada romo, mengaku dosa secara langsung. Namun, jika tidak memungkinkan, kita dapat memperoleh absolusi umum dengan datang langsung kepada Allah Bapa dan mohon pengampunan-Nya. Ini persis yang dianjurkan oleh Paus Fransiskus dalam homilinya pada 20 Maret 2020, “Datanglah, bicara langsung dan Allah Bapa akan mengampuni dengan sentuhan,”. Terakhir, Bapa Uskup juga mengimbau agar kita semua harus tetap ceria, tetap gembira, dan jangan lupa untuk selalu bahagia (Flo/Gia).