by editor | Jul 16, 2018 | Renungan
YESUS mengecam kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Di kota-kota itu banyak mukjijat Yesus terjadi, tetapi orang-orang tidak bertobat.
Bahkan Kapernaum disebut sebagai The City of Jesus karena karya dan pelayanan Yesus banyak terjadi di kota itu, toh mereka dikecam karena hanya kagum dan terpesona akan mukjijatNya namun tidak sampai percaya dan bertobat memperbaharui diri.
Kita juga sering kali mengalami perayaan-perayaan liturgi hari raya megah di gereja, tetapi tidak sampai mengubah orang untuk bertobat.
Malahan yang dikisahkan justru berapa banyak babi (maaf kadang ada anjing juga) dipotong untuk pesta, berapa botol bir harus disediakan.
Kadang orang hanya silau oleh hingar bingar pesta hari raya tetapi hatinya kosong tidak bertobat.
Orang-orang di Khorazim dan Betsaida sukacita akan mukjijat-mukjijat tetapi mereka tidak bertobat.
Sodom kota yang penduduknya bejat moralnya itu akan lebih ringan tanggungannya daripada orang yang melihat karya Yesus namun tidak bertobat.
Ayoo kita bertobat. Tidak ada kata terlambat. Yesus masih terus membuka tangan kalau kita datang kepadaNya.
Ingat kita harus menanggung perbuatan kita di akherat. Bertobat menjadi cara kita memperoleh keselamatan.
Selamat bagi pendukung Perancis. Anda kami undang ikut prosesi perayaan di sepanjang Champs Ellysse boulevard bersama Tim Ayam Jantan. Selamat dan ceria selalu.
(Rm. A. Joko Purwanto Pr)
by editor | Jul 15, 2018 | Renungan
NABI YESAYA mengingatkan bangsanya bahwa ibadat dan persembahan serta korban-korban bakaran tidak disukai Allah kalau perbuatan-perbuatan umat jauh dari keadilan dan kebenaran.
Apa artinya selebrasi ibadat yang megah mewah kalau aksi sosialnya kosong belaka.
Romo Vikep Semarang dalam talkshow dengan anak muda lintas iman menegaskan, “kita tidak boleh berhenti pada selebrasi doa di gereja saja, tetapi perlu ada edukasi dan aksi nyata bagi sesama”.
Aksi nyata itulah yang terwujud dalam tindakan keadilan, kasih dan solidaritas. Doa-doa kita tidak cukup kalau hanya berhenti pada selebrasi saja.
Yesus juga mengingatkan kita, bukan orang yang berseru “Tuhan, Tuhan” yang akan masuk Kerajaan Allah tetapi mereka yang melaksanakan sabdaKu.
Marilah kita menjadi pelaksana sabda, bukan hanya pendengar atau bahkan penonton doang.
Eh maaf malam ini kita harus jadi penonton final pildun. Jagoku Kroasia lho. Jagomu?
Selamat merenungkan.
Berkah Dalem.
(Rm. A. Joko Purwanto Pr)
by editor | Jul 14, 2018 | Renungan
DI akhir perayaan pentahbisan imam di Kentungan, Bapak Uskup mengutus romo-romo dan frater untuk ditugaskan di luar KAS.
Satu imam tugas study ke luar negri, satu imam tugas pastoral di Keuskupan Tanjung Karang dan satu frater tugas di Keuskupan Ketapang. (more…)
by editor | Jul 13, 2018 | Renungan
ISTILAH Jawa itu mau menggambarkan orangtua belajar dari anaknya. Biasanya terbalik.
Orang muda belajar dari orangtua. Murid belajar dari gurunya. Anak belajar dari bapaknya.
Tetapi situasi jaman now membuat anak mampu melebihi orangtuanya. Jaman internet membuat anak jaman now lebih hebat dari orangtuanya. Orangtua jaman sekarang sering dibilang “gaptek”. (more…)
by editor | Jul 12, 2018 | Renungan
ULAR dianggap binatang yang cerdik. Dalam Kitab Kejadian, manusia jatuh dalam dosa karena tipu daya dan kecerdikan si ular.
Merpati adalah binatang yang tulus. Merpati tak pernah ingkar janji. Merpati hidup berpasangan dan monogam.
Merpati juga ikut KB karena anaknya hanya dua. Hidupnya dicurahkan untuk kedua anaknya. Merpati lambang cinta yang tulus. (more…)