Puncta 11.07.18. Matius 10:1-7. Israel Baru.

SETIAP kali pergi ke salah satu lingkungan untuk melayani misa, saya melewati persawahan yang luas.

Ketika mendekati musim tanam, saya berjumpa dengan ibu-ibu yang penuh semangat menggarap sawahnya dengan harapan tinggi mendapat panenan yang banyak. Harapan dari tanah baru yang sedang digarap itulah yang memberi suasana gembira. (more…)

Puncta 10.07.18. Hosea 8:4-7;11-13. Siapa Menabur Angin, Menuai Badai.

PENERBANGAN Korean Air KAL 007 dari New York ke Seoul melalui Anchorage Alaska ditembak jatuh oleh pesawat militer Uni Soviet di atas Pulau Sachalin pada tanggal 1 September 1983. Korban tewas 269 orang penumpang dan awak pesawat.

Pada awalnya pilot tidak sadar bahwa rute penerbangan melenceng 3 derajat dari jalur yang seharusnya. Makin lama makin menjauh dari rute seharusnya dan masuk wilayah militer Uni Soviet. (more…)

Puncta 09.08.18. Matius 9:18-26. Batas Daya Kemampuan.

PADA waktu kuliah dulu, ada mata kuliah Teologi Pengharapan. Kami diminta mengamati pasien-pasien di rumah sakit yang sedang mengalami kondisi pada batas daya kemampuan.

Bagaimana iman mereka muncul dalam situasi kritis itu ? Ada banyak sikap dan tindakan yang muncul dari para pasien.

Mulai dari mengerang, mengeluh, memberontak, bahkan menyalahkan Tuhan. Tetapi juga ada yang pasrah dan berserah pada Tuhan, berharap Tuhan menyembuhkan. (more…)

Puncta 08.07.18. Markus 6:1-6B. Cinta Produk Dalam Negri.

DALAM berbagai kunjungan ke daerah-daerah, Presiden Jokowi menunjukkan penghargaannya pada produk-produk lokal. Dia membeli sepatu dari Cibaduyut yang harganya 200an ribu.

Sebagai orang nomor satu bisa saja membeli barang yang bermerk luar negri. Pernah juga viral dia pergi cukur di barbershop “biasa”, makan atau minum kopi di warung sederhana, naik motor blusukan. Sejak jadi walikota Solo sudah mengorbitkan mobil SMK buatan anak negri. (more…)

Puncta 07.07.18. Matius 9:14-17. Kantong yang baru.

ALLAH Israel adalah Allah yang berbelas kasih. Israel sering gagal membangun relasi dengan Allah.

Ketidaksetiaan kepada Allah bukan hanya penyembahan dewa-dewi asing, tetapi juga ketidak-adilan dan penindasan terhadap orang kecil. Itulah yang diperjuangkan Amos.

Allah masih berbelaskasih dengan menjanjikan kehidupan baru. “Gunung-gunung akan mengalirkan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran”. (more…)