Puncta 04.08.18. Matius 14: 1-12. Pengampunan adalah Obat.

HERODES menganggap Yesus adalah pengejawantahan Yohanes Pembaptis yang telah dibunuhnya. Karena Yohanes telah mengkritik Herodes yang mengambil Herodias, istri saudaranya.

Dendam kesumat menghinggapi mereka. Dendam itu tinggal menunggu saatnya yang tepat. Di saat pesta ulang tahun Herodes, diadakan perayaan yang luar biasa. Hingga Herodes lupa diri.

Dendam menumpang lewat lupa diri, akibatnya sangat tragis. Yohanes jadi kurbannya. Dendam yang tak terkendali bisa menggilas apapun dan menghancurkan seperti tzunami yang dasyat. Dendam membawa budaya kematian.

St. Yohanes Maria Vianey yang kita rayakan hari ini berkata, “Allah yang baik mwmberikan kepada kita kebebasan untuk memilih hidup atau mati; jika kita memilih mati, kita akan dicampakkan ke dalam api, dan kita akan dibakar untuk selamanya bersama setan”.

Selamat merenungkan. Salam Obor Asian Games. Kita satu Indonesia.

Berkah Dalem.

( Rm. A. Joko Purwanto Pr )

Puncta 03.08.18. Matius 13:54.55.56B-58. Bibit, Bebet, Bobot.

ORANG JAWA kalau menilai orang -apalagi kalau mau  cari menantu – dilihat dari tiga unsur yakni bibit, bebet, bobot. Bibit berarti asal usul atau garis keturunan. Orang harus jelas latar belakangnya, dari mana berasalnya, dengan cara apa dan oleh siapa dia dididik.

Watak atau karakter seseorang berpotensi diturunkan dari keluarga macam apa. Watak seseorang dapat dilihat dari siapa orangtuanya.

Bebet dari kata “bebedan” atau cara berpakaian. Cara berpakaian seseorang menunjukkan status sosialnya. Cara seseorang menampilkan dirinya merupakan gambaran dari apa yang ada dalam sejatinya orang tersebut.

Bobot adalah kualitas pribadi baik secara lahir maupun batin. Kecakapan, kebijaksanaan, tanggungjawab, perilaku seseorang adalah nilai pribadi orang tersebut.

Orang-orang Nasaret melihat latar belakang Yesus, mereka tidak percaya. Mungkin kota Nasaret banyak dinilai orang negatif.

Kita ingat komentar Natanael saat Filipus memperkenalkan Yesus dari Nasaret, “Mungkinkan sesuatu yang baik datang dari Nasaret ?” Orang sudah apriori terhadap Nasaret.

Yesus pun ditolak oleh mereka. Mereka tidak percaya. Karena mereka tidak percaya maka tidak ada mukjijat yang dibuat Yesus.

Ketidakpercayaan menghambat rahmat yang akan dianugerahkan Tuhan. Ketidakhadiran kita dalam ekaristi menghalangi Tuhan yang ingin menganugerahkan berkat-Nya.

Mari kita hadir di ekaristi jumper ( Jumat Pertama ). Percayalah Tuhan akan memberi sesuatu yang indah pada anda.

Selamat malam. Salam Obor Asian Games dari Pulau Andalas.

Berkah Dalem.

(Rm. A. Joko Purwanto Pr)

Puncta 02.08.18. Matius 13:47-53. Pukat menjaring berbagai jenis ikan.

PAK JALIYANTO bercerita bahwa di Kayong sekarang lagi musim mukat ikan. Banyak sekali dapat ikan hingga bisa bikin salai ikan untuk berhari-hari.

Ikan yang diambil hanya yang besar-besar. Sedang ikan yang kecil dibuang.

Berbeda dengan Yesus, yang dipilih adalah ikan-ikan yang baik, bukan yang besar-besar, sedang ikan yang buruk dibuang.

Yesus mengumpulkan ikan yang baik. Manusia memilih ikan yang besar-besar.

Pikiran manusia dipengaruhi untung rugi, besar-kecil kalau Tuhan menilai baik dan buruk, benar-jahat.

Pikiran manusia terlalu egoistis, demi keuntungan diri sendiri, tetapi Tuhan memilih orang benar untuk diselamatkan.

Namun dalam Kitab Yeremia, Tuhan digambarkan seperti tukang periuk. Kalau bejana dari tanah liat itu gagal dibentuk, dia akan berusaha memperbaikinya sampai berhasil.

Demikianlah Tuhan itu mahabaik, seperti periuk itu sering gagal dibentuk, Tuhan terus mengolahnya menjadi sesuatu yang indah.

Demikianpun manusia, kadang gagal, jatuh, hancur, menderita. Tetapi Tuhan terus membentuk kita agar menjadi periuk yang indah di mataNya.

Pak Ciputra bilang, “kalau kita gagal 10x maka kita bangkit 11x sampai kita berhasil”.

Tuhan memberi kita harapan dan kemauan. Mari kita terus bangkit. Tuhan akan memberi jalan lagi.

Selamat merenungkan.

Salam Obor Asian Games dari Tanah Rencong.

Berkah Dalem

(Rm. A. Joko Purwanto Pr)

Puncta 01.08.18. Matius 13:44-46. Harta yang paling berharga.

YESUS menampilkan 2 perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Yang pertama Kerajaan Allah itu seumpama harta yang terpendam. Yang kedua Kerajaan Allah seumpama mutiara yang sangat berharga.

Saking berharganya, orang bersedia menjual seluruh miliknya dan membeli mutiara atau harta yang terpendam itu.

Pertanyaan bagi kita sekarang, apakah yang paling berharga dalam hidup anda sekarang ini sedemikian hingga anda mau mengurbankan segala-galanya demi mendapatkannya?

Keluarga? Suami/istri? Anak-anak? Kekayaan? Kesehatan? Pekerjaan? Karier? Imamat? Anda bisa membuat daftar panjang.Tetapi coba pikirkanlah apa yang paling berharga?

Kepadanya anda mau menderita, mau berkorban, mau rugi, mau sakit, mau berjuang berdarah-darah.

Kepadanya anda yakin akan bahagia kekal, bukan sementara atau semu saja. Kepadanya anda akan berjuang sampai akhir.

Dengannya anda tidak menggantungkan jaminan akan yang lain. Kepadanya anda memperoleh pegangan hidup.

Orang yang sudah mendapatkannya tidak akan pernah kawatir akan hal-hal duniawi.

Semoga anda menemukan harta/mutiara yang paling berharga itu.

Selamat merenungkan. Tuhan memberkati.

Salam obor Asian Games.

(Rm. A. Joko Purwanto Pr)

Puncta 31.07.18. Matius 13:36-43. PW. ST. IGNATIUS LOYOLA.

SETIAP KALI acara kelulusan sekolah, murid-murid JB atau anak-anak De Brito pasti bikin acara yang beda dengan anak sekolahan lain. Kalau anak-anak lain pada corat-coret baju dengan pilok, baju seragam anak-anak JB tetap bersih bahkan disumbangkan bagi yang membutuhkan.

Kalau anak-anak lain habis pengumuman, pawai keliling kota dengan motor bising dan mengganggu pengguna jalan, anak-anak JB long march jalan kaki dari sekolah ke Tugu Jogja sambil membagi nasi bungkus ke tukang-tukang becak dan memunguti sampah di jalanan.

Karakter Ignatian itulah yang ditanamkan oleh para Jesuit pengikut St. Ignatius yang hari ini kita rayakan. Injil hari ini berbicara tentang menabur benih gandum yang baik. St. Ignatius ikut menaburkan benih yang baik agar anak-anak muda punya nilai hidup dan memperjuangkannya.

Harus diperjuangkan secara konsisten dan konsekuen karena di tengah gandum tumbuh juga lalang yang bisa menghalangi. Selamat pesta pendiri bagi para Jesuit dan alumni-alumni. Semoga terus semangat menaburkan karakter Ignatian bagi generasi muda.

Mari kita ikut menabur benih kebaikan supaya dunia makin menampakkan wajah kerahiman Tuhan.

Selamat merenungkan dan apa ada aksi solidaritas untuk saudara-saudari di Lombok yang kena musibah gempa? Ulurkan tangan untuk membantu.

Berkah Dalem.

(Rm. A. Joko Purwanto Pr)

Puncta 29.07.18. Yohanes 6:1-15. Yang mau memberi akan berkelimpahan.

PERISTIWA pergandaan lima roti dan dua ikan sering saya alami sebagai peristiwa berbagi dan bersyukur. Saya sering menjumpai umat yang dengan ikhlas hati dan suka cita mau berbagi.

Di beberapa tempat saya tak jarang menemukan umat yang ikut terlibat berkegiatan menggereja, mau memberi apa yang dipunyai, merasa bersyukur atas kasih Allah. Ketika itu dipersembahkan lewat gereja justru tidak berkurang, malah berkelimpahan.

Di Pugeran, Klepu dan Nanga Tayap sangat terasa sekali umat begitu murah hati sehingga peristiwa mukjijat pergandaan lima roti dan dua ikan itu mudah dialami. Yesus dalam peristiwa itu menggerakkan partisipasi orang-orang di sekitarnya. Yang awalnya para murid pesimis,  dengan semangat syukur diubah menjadi optimis dan bahkan berkelimpahan.

Jika ada semangat mau berbagi dan bersyukur maka tak ada yang mustahil. Peran gembala adalah memberi optimisme, pengharapan dan membuka partisipasi dari siapapun -anak kecil pun diberi peluang – ikut terlibat.

“Sethithik ora ditampik, akeh sangsaya pekoleh” artinya sedikit akan menjadi bukit, banyak akan jadi berkat. Ini kata-kata jimat yang membuat semua orang terbuka untuk terlibat.

Sudahkah Anda terlibat berbagi dan bersyukur dalam menggereja?

Pernahkan anda mengalami peristiwa mukjijat lima roti dua ikan, ketika anda memberi justru anda memperoleh bahkan berkelimpahan?

Semoga anda mengalaminya karena saya sudah pernah.

Selamat merenungkan.

Obor Asian Games itu juga bagian dari berbagi kegembiraan. Salam obor Asian Games.

Berkah Dalem.

(Rm. A. Joko Purwanto Pr)