Puncta 31.05.19 Pesta SP. Maria Mengunjungi Elisabet Lukas 1:39-56 Apalah Gunanya Tembok Tinggi?

ADA pepatah bijak mengatakan, “Tinimbang mbangun tembok aluwung ngedum mangkok”.

Maksudnya adalah jangan membangun rumahmu dengan tembok tinggi tetapi bangunlah relasi dengan semangat berbagi.

Romo Mangunwijaya mengartikannya dengan filosofi pager piring. Rumah yang aman bukan karena pagarnya kokoh kuat tetapi karena penghuninya suka berbagi dengan tetangganya.

Intinya adalah bila ingin hidup aman, maka “srawunglah” dengan tetangga di sekitar. Srawung disertai dengan semangat saling berbagi. Berbagi mangkok atau piring artinya mau memberi makan atau berbagi kepada tetangga kita.

Di rumah, kalau ada panen jeruk, rambutan, mangga atau buah yang lain tidak dijual, tetapi dibagikan kepada tetangga-tetangga sekitar.

Ada syukuran dibuat kenduri mengundang tetangga sekitar untuk berdoa dan berbagi berkat. Ada rejeki lebih dibagi dan dinikmati bersama tetangga sebelah.

Rumah akan menjadi aman karena tetangga-tetangga sebelah akan memagari, menjaga dan melindungi.

Pagar tembok setinggi apapun kalau tidak pernah srawung dengan tetangga, akan bisa dijebol oleh maling.

Hari ini Gereja merayakan Santa Perawan Maria yang mengunjungi Elisabet saudarinya. Betapa bahagianya Elisabet.

Bahkan bayi yang ada di dalam kandungannya ikut bersukacita menerima kunjungan Ibu Tuhan. Sukacita yang dibagikan akan bertambah bukannya hilang.Orang lain akan mengalami sukacita dan akan terus ditularkannya.

Elisabet berseru, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku mengunjungi aku? Ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan”.

Maria membagikan kegembiraannya kepada Elisabet dengan berkunjung dan tinggal di rumahnya. Kita pun diajak untuk saling berkunjung, berbagi sukacita supaya kegembiraan itu menular kemana-mana.

Nasehat moralnya adalah jangan memagari rumahmu dengan tembok yang tinggi-tinggi, tetapi bangunlah relasi / srawung yang baik dengan tetanggamu, maka aman dan damailah hidupmu.

Bangun rumah dengan tembok tinggi
Masih ada tulisan, “Awas Ada Anjing”
Kalau dengan tetangga kita tidak mau berelasi
Rumah sekokoh apapun bisa dibobol maling

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 30.05.19 Hari Raya Kenaikan Tuhan. Lukas 24:46-53 Dari Ibukota

Mengapa peristiwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 terjadi di Jakarta? Pertama, karena Bawaslu dan KPU berada di Jakarta. Kedua, Jakarta adalah ibukota, pusat segala aktivitas, pemerintahan, ekonomi, dan pusat pemberitaan segala informasi.

Tak mungkin si dalang kerusuhan merencanakan di kota kecil , pedesaan atau pelosok yang tak tersentuh sinyal pemberitaan.

Maksudnya jelas, agar peristiwa itu bisa terekspos oleh media massa yang masif dan tersebar ke seluruh pelosok Nusantara.

Peristiwa yang terjadi di ibukota pasti akan cepat menyebar kemana-mana. Apalagi didukung alat komunikasi canggih zaman digital seperti sekarang ini.

Untunglah Menkominfo membuat kebijakan yang baik. Beberapa hari setelah kerusuhan 21-22 Mei, beberapa aplikasi medsos seperti IG, FB, WA ditake down agar tidak bisa menyebarkan berita-berita hoax, hate speech dan video-video yang menyesatkan. Setelah dianggap aman terkendali, barulah semua dibuka normal kembali.

Hari ini Yesus terangkat ke surga. Sebelum itu Yesus menampakkan diri kepada para murid dan memberi pesan,

“Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Dan lagi: Dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem”.

Yesus adalah dalang peristiwa kenaikan, bukan dalang kerusuhan. Ia mengajak murid-muridNya menyampaikan berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Yesus tidak memprovokasi para murid menyebarkan berita hoax, tetapi berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Hal itu harus dimulai di Yerusalem, bukan di Kapernaum tempat Yesus dulu berkarya.

Yerusalem adalah pusat agama, pemerintahan, budaya dan ekonomi sehingga menjadi magnet bagi seluruh bangsa.

Para murid menanti janji Yesus yang akan mencurahkan Roh Kudus di Yerusalem. Dari Yerusalem inilah para murid menyebarkan berita kabar baik ke seluruh dunia.

Yesus memilih sebuah bukit di luar kota dekat Betania untuk memberkati mereka dan Ia berpisah dengan mereka dan terangkat ke surga.

Sambil menanti pencurahan Roh Kudus, kita diajak berdoa bersama dan menyiapkan diri menyebarkan berita kebaikan yaitu pertobatan dan pengampunan dosa.

Sebagai seorang Kristiani, kita diwanti-wanti untuk tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, tetapi memberitakan kebaikan.

Marilah kita bertobat dari menyebar berita bohong di medsos. Mari kita jaga, bukan hanya mulut, tetapi juga jari jemari kita.

Makan nasi dengan sambal belut
Dulu pernah saya beli di Surabaya
Janganlah latah dan suka ikut-ikut
Viralkan berita bohong yang bikin sengsara

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 29.05.19 Yohanes 16:12-15 Roh Kebenaran akan Memimpin Kita

KETIKA Prabu Salya berniat maju perang sebagai senapati Kurawa, Kresna mengutus Nakula dan Sadewa menghadapnya.

Pesan Kresna kepada mereka berdua, “Datanglah kepada pamanmu itu di Mandaraka, dan sujudlah sampai ke tanah, mintalah kepada beliau untuk mati saat ini juga daripada mati di medan laga oleh tangan pamanmu sendiri”.

Mendengar ucapan mereka berdua, Salya menjadi iba. Hanya tinggal mereka berdualah darah keturunan Mandaraka yang masih hidup.

Maka Salya saat itu juga menyerahkan Kerajaan Mandaraka kepada mereka dengan pesan, “Jika kamu menjadi raja atau pemimpin, kamu harus menyembah kepada Yang Menciptakan alam semesta. Kamu harus sadar bahwa di atas langit masih ada yang lebih tinggi.

Kedua, hormatilah sesama manusia. Ketiga, “weruha ing bebener” atau berpihaklah pada kebenaran. Jangan menyalahkan orang yang benar. Jangan membenarkan kesalahanmu sendiri.

Kebenaran itu ada tiga: benar menurut diri sendiri, benar menurut arus orang banyak dan benar menurut Hyang Ilahi. Keempat, hendaklah kamu “marsudi kawruh lan ngelmu”. Sebagai pemimpin kamu harus selalu belajar dan memperbaharui diri.

Hari ini, Yesus menjanjikan akan memberikan Roh Kebenaran kepada para murid. Roh itu akan membimbing mereka sampai kepada kebenaran sejati.

Kata Yesus, “Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripadaKu. Roh Kebenaran itu akan mempimpin kalian ke dalam seluruh kebenaran”.

Kebenaran itu bukan hanya kebenaran menurut diri sendiri atau kebenaran menurut geloranya orang banyak. Kebenaran itu masih bisa keliru.

Misalnya, orang banyak yang berdemo. Itu belum tentu menyatakan sebuah kebenaran. Tetapi kalau kebenaran itu datang dari Allah yakni karena bimbingan Roh Kudus, pasti itu kebenaran mutlak.

Kebenaran itu tidak mementingkan diri sendiri tetapi juga mendengarkan dan memikirkan sesama manusia yang saling menghormati.

Marilah kita mohon Roh Kebenaran untuk memimpin kta agar kita selalu bertutur kata, bertingkah laku dan berkeputusan selalu memilih yang benar.

Main badminton sampai tepar
Badan rasanya sakit semua
Kalau kita hidup dengan benar
Allah akan mengasihi kita.

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 28.05.19 Yohanes 16:5-11 Otsu, Gadis Idaman Musashi

PERNAHKAN anda berada dalam suatu keadaan harus memilih satu dari dua hal yang sangat anda cintai? Pilihan sulit yang akan menentukan jalan hidup selanjutnya?

Musashi mengalami keadaan yang sulit itu. Ia harus memilih antara panggilan hidup “jalan pedang” dan gadis pujaannya, Otsu.

Jalan pedang adalah panggilan kesempurnaan hidup sebagai samurai, mendedikasikan dirinya demi seni beladiri pedang, yang akhirnya menyatukan diri dengan alam dan pencipta.

Di tengah pencarian jati dirinya sebagai seorang samurai, Musashi dihadapkan pada cinta sucinya kepada Otsu, wanita yang sangat mempesona. Otsu sangat mencintai Musashi.

Namun dia sadar, tak mungkin mengikat Musashi untuk dirinya sendiri. Otsu rela menderita demi Musashi, begitupun Musashi rela menderita demi jalan pedangnya.

Otsu adalah motivasi terbesar dalam hidup Musashi. Otsu pernah berkata bahwa dia tidak bisa mencintai Musashi sedalam itu kalau Musashi tidak mencintai jalan pedangnya.

Musashi harus merelakan Otsu agar cinta mereka tetap suci dan abadi. Kisah Musashi adalah kisah tentang pengorbanan, dedikasi, harga diri, kehormatan dan cinta platonis yang rumit.

Yesus berkata kepada murid-muridnya, “adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.

Yesus sangat mengasihi murid-muridNya sampai pada akhirnya. Tidak ada kasih yang sedemikian besar daripada kasih seorang yang mengorbankan nyawanya untuk sahabat-sahabatNya.

Namun Yesus harus pergi kembali kepada BapaNya. Yesus menghadapi pilihan yang sulit; tetap tinggal bersama murid-muridNya atau kembali kepada BapaNya. Ia memilih mengikuti kehendak BapaNya yakni pergi kepada Bapa.

Namun kasihNya kepada para murid ditunjukkan dengan mengutus Roh Penghibur, yakni Roh Kudus yang akan membimbing para murid menempuh panggilan menjadi saksiNya.

Kalau Yesus tidak pergi, para murid tidak menjadi saksi mewartakan cintaNya kepada segala bangsa. Karena Yesus pergi, hal ini memungkinkan Roh Kudus menjiwai semua murid menjadi saksi ke segala penjuru dunia.

Cinta itu kadang harus merelakan kekasihnya pergi menemukan jati dirinya.

Buah semangka hijau kulitnya
Dalamnya merah manis rasanya
Yesus pergi kembali kepada Bapa
Agar Roh Kudus dicurahkan bagi kita

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 27.05.19 Yohanes 15:26-16:4a Durna Gugur oleh Berita Hoax

KETIKA Resi Durna maju perang di medan baratayuda, Para Pandawa mengalami ketakutan.

Mereka tidak berani maju perang karena Resi Durna adalah guru dan sesembahan yang sangat dihormati.

Waktu itu Bima membunuh Gajah Malawa yang bernama Swatama. Oleh Kresna berita kematian gajah Swatama ini disebarluaskan ke pihak Kurawa.

Mendengar berita hoax ini Durna mencari tahu kepada para Pandawa. Mereka menjawab Swatama mati.

Hal ini diterima oleh Durna bahwa yang mati adalah anaknya semata wayang yakni Bambang Aswatama.

Berita bohong itu diterima oleh Durna sebagai kebenaran. Ia luluh tak berdaya dan putus asa. Tak punya daya semangat lagi untuk berperang.

Melihat kejadian itu, Trustajumena mengambil pedang dan memenggal kepala Durna. Matilah Durna karena percaya pada berita bohong yang disebarkan.

Kepala Durna menggelinding ke tanah dan dijadikan tendang-tendangan seperti bola dan jatuh di hadapan Duryudana.

Di jaman sekarang, banyak sekali berita bohong yang beredar. Kalau tidak hati-hati kita bisa termakan berita bohong itu. Ada banyak kasus, orang membakar pos polisi karena membaca berita bohong yang sengaja disebarkan di medsos.

Hari ini Yesus mengingatkan kepada para murid, “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa. Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”.

Kita diutus untuk bersaksi. Kesaksian kita harus didasarkan pada kebenaran, bukan berita palsu atau bohong.

Kita bisa bersaksi tentang kebenaran kalau kita dibimbing oleh Roh Kebenaran itu sendiri yakni Roh Kudus yang diberikan Yesus kepada kita.

Kita tidak perlu takut karena Yesus berjanji, “Aku akan menyertai kamu sampai akhir jaman”.

Bersaksi tentang kebenaran memang penuh resiko. Banyak orang yang takut akan kebenaran. Yesus sudah mengingatkan sejak semula bahwa saksi kebenaran akan dikucilkan dan dibenci banyak orang.

“Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka berbuat demikian karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku”

Menjadi saksi kebenaran harus berani menerima resiko dikucilkan dan tidak disukai. Mereka akan dibenci banyak orang.

Tetapi jika kita bertahan, maka kita akan memperoleh hidup kekal. Beranikah kita menjadi saksi kebenaran?

Main wayang jadi Semar
Dialah abdi setia para ksatria
Jangan takut berkata benar
Tuhan akan menyertai kita

Berkah Dalem,
Rm. A. Joko Purwanto Pr