Puncta 24.02.20 Markus 9: 14-29 / Investasi Doa

 

SAHABAT saya dulu pernah menawarkan sebuah produk investasi dana pensiun. Dia menasehati saya supaya punya dana pensiun agar kita mempunyai tabungan yang cukup untuk mengcover diri kita ketika kita sudah tidak produktif.

Dia memberi contoh sendiri. Dia menyisihkan duapuluh persen gajinya untuk investasi. Sekarang ketika usia sudah memasuki pensiun, dia tinggal memetik investasinya itu. Buah dari ketekunan yang sudah lama disimpan itu menghasilkan kebaikan.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus dihadapkan pada kasus orang sakit ayan. Mereka membawa si sakit itu kepada murid-muridNya. Namun para murid itu tidak mampu menyembuhkannya.

Ayah dari anak itu menceritakan bagaimana anaknya diserang setan yang membuatnya sakit demikian.

“Setiap kali roh itu menyerang, anakku dibantingnya ke tanah. Lalu mulutnya berbusa, giginya berkeretakan, dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah minta kepada murid-muridMu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”

Ketika Yesus berhasil menyembuhkan anak itu, para murid bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”

Jawab Yesus, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” Yesus menegaskan bahwa berdoa itu memiliki daya guna yang kuat.

Doa adalah senjata kekuatan orang beriman. Supaya kita mempunyai daya yang kuat, maka kita harus mengumpulkan waktu untuk berdoa.

Seperti sebuah investasi, doa itu harus dibiasakan dan dilakukan terus menerus. Kalau kita tekun dan rutin menyisihkan duapuluh persen dana kita untuk investasi, kita juga bisa menginvestasikan duapuluh persen waktu kita untuk Tuhan.

Kita diberi waktu oleh Tuhan duapuluh empat jam sehari. Apakah kita mau menginventasikan duapuluh persen dari duapuluh empat jam hidup kita untuk berdoa?

Yesus menginvestasikan waktuNya untuk berdoa. Ia mencari tempat yang sunyi untuk menyendiri yakni berdoa. Ia banyak menginvestasikan waktuNya.

Maka Dia bisa berkata kepada murid-muridNya, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” Kalau kita banyak berdoa, maka setan sekuat apa pun dapat kita kalahkan.

Maukah anda berinvestasi doa kepada Tuhan? Sisihkan duapuluh persen waktu anda untuk berdoa setiap hari.

Pagi-pagi sudah diajak bersepeda
Disuruh naik motor listrik mengikuti
Kalau kita banyak berinvestasi doa
Kesulitan apa pun dapat kita hadapi

Cawas, saatnya menikmati investasi
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 23.02.20 Matius 5: 38-48 / Hukum Kasih

 

KISAH Nelson Mandela sangat menyentuh. Ia pernah dipenjara oleh lawan politiknya selama 27 tahun. Di penjara yang gelap itu dia disiksa oleh sipirnya.

Bahkan pernah Nelson digantung dengan kepala di bawah dan kemudian dikencingi oleh sipir penjara itu setiap pagi. Nelson hanya berkata, “Tunggu saatnya akan tiba.”

Ketika dia dibebaskan dan kemudian terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan, hal pertama yang dia lakukan adalah mencari sipir penjara itu. Ia menyuruh pengawalnya untuk membawa sipir itu ke hadapannya.

Sipir tersebut sangat ketakutan mengira Mandela akan membalas, menyiksa dan memenjarakannya, tapi ternyata Nelson malah merangkul dan berkata, “Hal pertama yang ingin saya lakukan ketika menjadi presiden adalah memaafkanmu”.

Mandela mengajarkan bagaimana membalas kejahatan dengan kebaikan, kebencian dengan kasih.

Yesus mengajarkan hukum kasih kepada para muridNya. Ia membongkar hukum balas dendam, “mata ganti mata, gigi ganti gigi. Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.”

Tidak ada gunanya balas dendam. Sikap balas dendam hanya akan menambah daftar panjang kejahatan. Tidak akan selesai.

Maka Yesus meminta, “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Apakah itu mungkin? Tidak mustahil. Santo Yohanes Paulus II berhasil mengampuni Mehmet Ali acha yang pernah menembaknya.

Karena diampuni, Mehmet sekarang menjadi orang Katolik dan dia beberapakali berziarah ke makam Santo Yohanes Paulus di Vatikan.

Pengampunan menunjukkan kualitas hidup seseorang. Orang yang berjiwa besar adalah orang yang mampu mengampuni. Tidak membalas kebencian dengan kebencian.

Nelson Mandela mengundang sipir penjara yang setiap pagi mengencinginya dan memberinya tempat duduk di kursi undangan terhormat. Mandela berkata, “Karena anda, saya menjadi pribadi seperti sekarang ini.”

Apa yang kita lakukan ketika kita sudah begitu dilukai oleh seseorang dan kini kita memiliki kesempatan untuk membalas dendam?

Mampukah kita mengampuni? Seberapa luas dan lapang ukuran hati kita? orang yang bisa mengampuni adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Ia mengasihi bukan ada pamrih apa pun. Ia mengasihi karena memang demikianlah kita seharusnya.

Di teras atas melihat langit paling tinggi.
Menggenggam bulan yang indah berseri.
Yesus mengajari nilai yang sangat ilahi.
Mengasihi dengan mengampuni mereka yang membenci.

Cawas, menghadang banjir
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 22.02.20 Pesta Tahta St. Petrus, Rasul Matius 16: 13-19 / Kunjungan Paus

 

Telah beredar berita bahwa Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia bulan September tahun ini. Semoga dapat terlaksana.

Paus adalah pengganti Petrus, pemimpin para rasul. Paus memimpin umat Katolik seluruh dunia. Ia menduduki tahta Petrus di Roma.

Hari ini kita rayakan Tahta St. Petrus lambang kepemimpinan gereja universal. Bacaan hari ini menggambarkan bagaimana succesio apostolica itu terjadi.

YESUS berkata, “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

Jelas, Yesus menunjuk Petrus untuk memimpin jemaatNya. Ia memberikan kuasa kepada Petrus. Apapun yang dilepaskan di dunia akan terlepas di surga. Itulah otoritas yang diberikan Yesus kepada Petrus, pemimpin keduabelas rasul.

Gereja bersifat apostolik berarti bahwa Gereja berasal dari para rasul dan tetap berpegang teguh pada kesaksian iman mereka itu.

Kesadaran bahwa Gereja “dibangun atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru”, sudah ada sejak zaman Gereja perdana sendiri.

Iman dari para rasul itu terus menerus diwariskan dari Yesus sampai sekarang dan untuk selama-lamanya.

Sifat apostolik berarti bahwa Gereja sekarang mengaku diri sama dengan gereja Perdana, yakni Gereja para rasul.

Dimana hubungan historis ini jangan dilihat sebagai pergantian orang, melainkan sebagai kelangsungan iman dan pengakuan.

Hari ini Gereja merayakan Tahta Santo Petrus. Tahta itu menjadi lambang kelangsungan yang terus menerus akan pewarisan iman dari para rasul sampai sekarang dan untuk masa datang.

Petrus dan para penggantinya ditunjuk Yesus untuk menjaga keaslian iman. Hirarkhi gereja dipertahankan untuk menjaga kemurnian iman dari zaman ke zaman.

Konsekuensi dari gereja yang mempertahankan sifat Apostolik adalah mempunyai suksesi apostolik. Dengan adanya suksesi Apostolik maka kedudukan para rasul dan Petrus sebagai kepala dewan para rasul dapat tergantikan.

Maka kelangsungan Gereja dapat terjamin sesuai kehendak Yesus sendiri kepada GerejaNya. Semoga Paus sungguh bisa mengunjungi umat Katolik Indonesia. Selamat datang Paus Fransiskus…..

Bunga anggrek di pohon pinus.
Sungguh indah dipandang mata.
Tuhan memilih Santo Petrus.
Untuk memimpin jemaatNya.

Cawas, menanti hujan tiada henti
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 21.02.20 Markus 8:34-9:1 / Apa Gunanya Memiliki Semua?

 

PENGALAMAN hidup Steve Jobs sangat inspiratif. Pendiri Perusahaan Apple ini memiliki segalanya. Kekayaannya ada 5,1 milyard dollar pada 2009 dengan 4000 karyawan perusahaan.

Ketika dia berada di puncak kejayaan, dokter memvonis Steve kena kanker pankreas. Hidupnya mendekati kematian. Ia selalu berpikir jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidup, apa yang harus dilakukan?

Hidup dalam segala kelimpahan itu ternyata tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Kematian sangat dekat di depan mata.

Dia menulis, ”Waktu anda sangat terbatas, jangan sia-siakan untuk menjalani hidup bersama dengan yang lain, mereka yang anda sayangi. Jagan biarkan omongan orang menguasai anda sehingga anda tidak mendengar suara hati anda. Milikilah keberanian untuk mengikuti suara hati dan intuisi.”

Tidak ada kata yang lebih indah selain bahwa hidup ini perlu berbagi. Berbagi cinta, berbagi perhatian, berbagi kebahagiaan, berbagi apa pun yang anda miliki.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus berkata, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya?”

Steve Jobs, Bill Gate, Rockkefeller adalah orang-orang kaya yang memiliki segalanya. Michael Jackson, Whitney Houston adalah artis-artis terkenal sebagai raja pop dunia. Hitler,

Mussolini adalah diktator paling berkuasa. Apakah mereka menikmati semuanya itu? Mereka memperoleh seluruh dunia. Tetapi mereka kehilangan semuanya.

Jalan memperoleh kehidupan ditawarkan Yesus kepada murid-muridNya yakni dengan menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus.

Menyangkal diri menurut Injil berarti menjadi senasib dengan Yesus. Hidup menurut Yesus. Kalau kita mau menyangkal diri berarti kita mencintai Yesus sepenuh-penuhnya.

Menyangkal diri berarti juga tidak mementingkan diri sendiri. Tetapi lebih mementingkan orang lain. Hidup untuk kebahagiaan orang lain.

Memanggul salib berarti mau berkurban demi keselamatan sesama. Kesulitan bukan sebagai beban tetapi jalan kesabaran, kesetiaan dan kerendahan hati.

Kalau kita melakukan sesuatu demi cinta, semua akan terasa ringan. Tetapi jika demi kewajiban, maka akan berat. Kita bahagia bukan karena memiliki segalanya. Kita bahagia karena bisa berbagi dengan sesama.

Merawat anggrek dengan penuh cinta.
Tumbuh bunganya beraneka warna.
Kalau kita bisa berbagi dengan sesama.
Kebahagiaan datang sungguh luar biasa.

Cawas, wawanhati mendewasakan
Rm. A. Joko Purwanto Pr

Puncta 20.02.20 Markus 8:27-33 / Siapa Yesus Bagiku?

 

SEORANG guru bertanya kepada murid-muridnya, siapakah Tuhan itu. Seorang murid maju ke depan kelas dan berkata, “Tuhan itu seperti ayah saya yang Insinyur. Ia menciptakan dunia ini.”

Anak lain berkata, Tuhan itu seperti ayah saya seorang dokter, Ia menyembuhkan orang sakit.” Anak lain lagi berkata, “Tuhan itu seperti ayah saya Pengusaha, Ia mempunyai segala-galanya.”

Semua anak menggambarkan Tuhan seperti ayahnya yang sukses, kaya dan berhasil. Ada seorang anak duduk tertunduk di pojok. Ia tidak berani maju ke depan. Gurunya merayunya agar bisa menceritakan seperti apa Tuhan itu.

Akhirnya anak ini maju tertunduk menjawab dengan lirih, “Tuhan itu seperti Pemulung.” Semua anak gusar dan mencemooh. Mereka ribut menyoraki anak ini.

Bu guru meminta semua anak tenang. Anak ini melanjutkan, “Tuhan itu mengasihi yang kotor dan terbuang, seperti bapak saya. Ia mengambil saya dari tempat sampah dan mencintai saya tanpa pamrih. Ia memungut saya menjadi anaknya sendiri.”

Anak-anak di kelas mulai hening dan meneteskan air mata. Bu guru merangkul anak itu dan semua anak mengelilinginya sambil sesenggukan.

Yesus bertanya kepada murid-muridNya, “Siapakah aku ini?” ada yang mengatakan Elia, Yohanes Pembaptis, ada yang bilang seorang nabi pada zaman dahulu.

Tetapi Yesus bertanya lebih lanjut, “Tetapi menurut kamu, siapakah aku ini?” dengan tegas Petrus menjawab,”Engkau adalah Mesias.”

Siapa seseorang itu bukan hanya nama atau identitas. Siapa itu bisa menggambarkan pengalaman personal yang sangat mendalam.

Petrus langsung menyebut Yesus adalah Mesias, pasti ia punya pengalaman dalam bersama Yesus sehingga Petrus bisa menyimpulkan Yesus adalah Mesias. Gelar Mesias adalah pribadi ilahi yang menjadi harapan semua orang. Mesias adalah penyelamat. Mesias adalah yang terurapi dari Allah.

Seperti anak kecil yang menginterpretasikan Allah sebagai pemulung itu, ia punya pengalaman mendalam dipungut oleh seorang pemulung menjadi anaknya sendiri yang sangat dicintai tanpa pamrih.

Ia yang dibuang di tempat sampah yang kotor tetapi diambil dan dipungut menjadi anaknya sendiri. Begitulah Allah. Ia mengangkat kita dari tempat kotor penuh dosa dan mengangkat kita menjadi anakNya sendiri melalui Yesus Kristus.

Apakah anda mempunyai pengalaman personal dengan Yesus? Jika ya, anda akan mampu menjawab pertanyaan Yesus, “menurut kamu siapakah Aku ini?”

Makan soto lauknya tahu
Bayarnya murah hanya limaribu
Siapakah Yesus bagiku?
Dialah sahabat sejatiku

Cawas, Legawa : digawe lega njur digawa.

Rm. A. Joko Purwanto Pr